KULIAH UMUM DI POLTEKPEL SURABAYA, Capt. HARYANTO SAMPAIKAN PROSEDUR KESELAMATAN DAN KEBUTUHAN SDM PELAUT DI KAPAL TANKER

26
May 2017
Category : Berita
Author : Administrator Web PoltekPel
Views : 69x

POLTEKPEL Surabaya tak henti-henti memberikan kesempatan pada taruna-taruninya untuk memperdalam wawasan kepelautan dan kemaritiman di luar jam pelajaran reguler melalui kuliah umum.

IMG_0540

Pada kesempatan ini, POLTEKPEL Surabaya bekerja sama dengan PT Pertamina, Capt. Haryanto memberikan kuliah umum di  Ruang Auditorium Politeknik Pelayaran (POLTEPEL) Surabaya pada Rabu (24/05/2017).

IMG_0497

Dalam kuliah  umum itu, Capt. Haryanto menyampaikan materi “Marine Safety dan Kebutuhan Tenaga Kerja Pelaut Dalam Industri Maritim” khususnya untuk kapal-kapal tanker pendistribusi bahan bakar minyak  (BBM) ke wilayah NKRI. Setelah seminggu lalu taruna diberi wawasan mengenai prosedur keselamatan pada kapal muatan umum, saat ini dikhususkan untuk prosedur keselamatan pada kapal tanker.

IMG_0500

Menurut Capt. Haryanto, kebutuhan SDM pelaut di kapal-kapal  tanker di Indonesia masih tinggi. Sesuai aturan IMO serta STCW-2010 Amandemen Manila, perwira di atas kapal bukan hanya dari nautika dan teknika tapi juga ada perwira bidang elektro pelayaran. Sesuai hal tersebut, POLTEKPEL Surabaya dinilai sudah merupakan “paket komplit” dalam mencetak pelaut unggulan sesuai amandemen yang berlaku, karena POLTEKPEL Surabaya merupakan satu-satunya UPT dibawah Kementerian Perhubungan yang menyelenggarakan diklat dari 3 (tiga) bidang tersebut. Selanjutnya tergantung upaya dari taruna POLTEKPEL Surabaya untuk mewujudkan visi dan misi POLTEKPEL Surabaya dalam mencetak pelaut unggulan.

Dalam kuliah umum tersebut, Capt. Haryanto juga mengingatkan bahwa kapal-kapal tanker Pertamina membutuhkan perwira yang unggul, profesional  dan lolos seleksi secara terbuka dan transparan yang dilakukan PT. PERTAMINA. Oleh karena itu, ia meminta seluruh taruna POLTEKPEL Surabaya agar selalu belajar  yang rajin dan terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan teknis sebagai pelaut.

page

“Menjadi pelaut membutuhkan kemampuan dan  profesionalisme  yang tinggi. Pertamina akan memberlakukan seleksi ketat bahkan sejak calon kadet praktek laut (prala) mereka akan diseleksi. Saat praktek juga dinilai dan disitulah profesionalisme seorang pelaut akan diuji,” tandas Capt. Haryanto.

Setelah sesi pemaparan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan oleh taruna POLTEKPEL Surabaya dalam memperdalam pengetahuan. Sayangnya, antusiasme taruna taruni POLTEKPEL Surabaya harus dibatasi oleh waktu kuliah umum. Namun Capt. Haryanto menyampaikan agar para taruna tidak berpuas diri dengan kesempatan belajar yang hanya di ruang kelas, pengetahuan dapat diperoleh dari berbagai kesempatan asalkan memiliki niat untuk belajar. Beliau pun berpesan semoga dapat melanjutkan kesempatan kuliah umum pada sesi yang akan datang. (ra_red)