SOSIALISASI PENCEGAHAN HIV DAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

12
Oct 2023
Category : Berita / Berita 2023
Author : Admin Poltekpel
Views : 73x

Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN), selaku garda terdepan dalam penanganan masalah HIV dan narkotika, tiada hentinya melakukan upaya pencegahan HIV dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan HIV dan Penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya pada Kamis (12/10/2023) lalu.

Acara yang dilaksanakan di Arctic Auditorium Poltekpel Surabaya ini diikuti oleh ratusan taruna Poltekpel Surabaya, dan dihadiri oleh Direktur Poltekpel Surabaya yang diwakili oleh Wakil Direktur II, Capt. I Kadek Laju, dan jajaran manajemen Poltekpel Surabaya lainnya. Hadir sebagai narasumber kegiatan dr. Endang Lukitosari, M.PH., yang akrab disapa dokter Luki dari Kementerian Kesehatan, serta Hari Prianto, SE, yang akrab disapa Pak Anto dari BNN Kota Surabaya.

Acara diawali dengan sambutan Direktur Poltekpel Surabaya yang disampaikan oleh Wakil Direktur II, Bapak Kadek. Dalam sambutannya beliau berpesan agar para taruna mampu memahami bahaya dan kerugian yang ditimbulkan apabila tidak mampu mencegah penularan HIV ataupun terjerumus dalam lembah hitam narkoba. Beliau juga mengharapkan para taruna dapat berperan aktif dalam pencegahan HIV dan penyalahgunaan narkoba, dimulai dari diri sendiri.

Usai sambutan tersebut, kegiatan sosialisasi memasuki sesi pemaparan yang dipandu oleh moderator dari Biro SDMO Kemenhub, Listiawan, S.AP. Pemaparan pertama disampaikan oleh dokter Luki yang menjelaskan secara gamblang mengenai penyakit HIV serta pencegahannya. Beliau berpesan agar para taruna menghindari penyakitnya, bukan penderitanya.

Sesi pemaparan selanjutnya mengenai penyalahgunaan narkoba yang disampaikan oleh Pak Anto dari BNN Kota Surabaya. Beliau menjelasan secara rinci tentang situasi terkini kasus narkoba, jenis-jenis narkoba, serta mengajak para taruna untuk menghindari pertemanan yang berpotensi untuk menjerumuskan diri dari bahaya narkoba. Tak lupa beliau juga menghadirkan seorang mantan pengguna narkoba yang sempat terjerumus selama 17 tahun, dan berhasil mentas dari belenggu narkoba hingga saat ini sering menjadi penyuluh yang memberikan penyuluhan akan bahaya narkoba.

Saat sesi diskusi, para taruna tak segan-segan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Mereka dapat untuk berdiskusi karena tema yang sangat menarik dan para narasumber mampu memberikan penjelasan yang mudah dipahami serta komunikatif. Semoga kegiatan semacam ini mampu bermanfaat khususnya bagi para taruna agar terhindar dari bahaya penyakit HIV dan penyalahgunaan narkoba, serta berguna bagi lingkungan pergaulan di sekelilingnya. (RA)